Pemanfaatan Pompa sebagai Turbin Air

by Ifnu Setyadi Gunawan | August 25th 2009 | kategori: Technology | 5 Komentar

Pemanfaatan Pompa sebagai Turbin Air

Jarang yang tahu bahwa beberapa tipe pompa air dapat diaplikasikan sebagai turbin air. Biasanya pompa digerakkan oleh motor listrik untuk menaikkan sejumlah air sampai ketinggian tertentu. Pada aplikasi sebagai turbin prinsip kerja pompa di balik, yaitu diberi jatuhan air dari ketinggian tertentu untuk memutar impeler pompa. Putaran impeler ini akan diteruskan untuk memutar generator sehingga dihasilkan tenaga listrik.

Beberapa kelebihan aplikasi pompa sebagai turbin air adalah : sebagai produk industri yang massal pompa mudah diperoleh dengan berbagai vasiasi head – flow, tersedia dalam berbagai tipe dan ukuran, mudah dalam instalasinya, harga relatif murah, dan suku cadang mudah diperoleh. Aplikasi pompa dapat dikoneksi secara langsung dengan generator (direct drive) atau menggunakan transmisi mekanik pulley-belt (indirect drive) apabila putaran pompa sebagai turbin tidak sama dengan putaran generator (umumnya 1500 rpm).

Jenis pompa yang umum dipakai sebagai turbin adalah end-suction centrifugal pump untuk jatuhan 7 m - 100 m dengan debit kecil ( 50 liter/detik sd 150  liter/detik) dan mixed-flow pump untuk jatuhan rendah 4 – 15 m dengan debit cukup besar (100 – 400 liter/detik). Beberapa merk pompa yang cukup handal dan mudah diperoleh adalah grundfos, ebara, torishima, southern-cross. Untuk jenis mixed-flow pump pabrikan EBARA bahkan telah melakukan pengujian dan memiliki diagram aplikasi pompa mixed-flow tipe SZ 200 – SZ500. Kapasitas daya aplikasi pompa sebagai turbin beragam 1 kW – 100 kW, dengan biaya peralatan yang lebih murah ( sd 50%) dibandingkan dengan menggunakan turbin air (costume product). Efisiensi pompa sebagai turbin relatif cukup baik berkisar 65% – 75%, umumnya selisih 3% dibandingkan efisiensi terbaik (bep, best efficiency point) sebagai pompa.

Aplikasi pompa sebagai turbin di lapangan sudah cukup banyak. Penulis telah melakukan uji coba dan pemasangan sejak tahun 1995 di Jawa Barat, Lampung, Gorontalo, dan Sumatera Barat. Aplikasi pompa sebagai turbin dapat dilakukan di saluran irigasi, tailing bendungan, menara air gedung-gedung tinggi memanfaatkan jatuhan air kondensasi pendingin, atau membuat sodetan (run-off river).

 

5 Responses to “Pemanfaatan Pompa sebagai Turbin Air”

  1. ARI JOGJA says:

    Saya tertarik untuk memanfaatkan pompa air untuk membuat air terjun, saya memcoba merancang pembangkit listrik dengan sirkulasi air, diantaranya alat yang dipergunakan adalah pompa air yang debit airnya besar , skematik diagaram sudah jadi , air yang diperlukan tidak terlalu banyak cukup dengan 50 meter3 saja, ini adalah ide konyol yang keluar dari pikiran saya, bagi yang ingin mecoba silahkan bereksperimen, gratis, mungkin ada yang ingin memberi masukan saya terima dengan senang hati.

  2. parulian silalahi says:

    saya telah melakukan pengujian tsb dlam TA saya. yakni dengan ktinggian 5 dan 10 meter dengan mggunakan pompa sentrifugal 4′.

  3. willie anggrian says:

    bagaimana cara membuat pompa sebagai turbin air sederhana?

  4. teguh says:

    Sy tertarik dgn memanfaatkan pompa air sbg perangkat untuk membuat PLTMH.
    boleh di share donk artikel atau cara pelaksanaannya, terima kasih.

Leave a Reply

Welcome, Visitor!

Please login below

Tentang Website

Website ini adalah representasi online Buku Angkatan (BukAng) Jilid 2 dari mantan mahasiswa ITB Jurusan Teknik Mesin & Teknik Penerbangan angkatan 1989. Lebih lanjut >

Subscribe for New Posts Notification


Info Rekening
Alumni Mesin 89

Website construction by Duranos